Cara Kerja Kalkulator
Begini Cara Kaltor Menghitung Angkanya
Biar nggak cuma percaya sama angka doang, ini penjelasan rumus dan logika di balik 4 kalkulator di Kaltor — mulai dari KPR, cicilan mobil, deposito, sampai compounding.
Kalkulator KPR Rumah
Rumus yang Dipakai: Anuitas
KPR memakai sistem bunga anuitas — porsi bunga dan pokok dalam tiap angsuran berubah tiap bulan, tapi jumlah angsurannya sendiri tetap sama dari awal sampai akhir tenor.
Di mana i adalah bunga per bulan (bunga tahunan ÷ 12) dan n adalah jumlah bulan cicilan (tenor tahun × 12).
Input yang Perlu Diisi
- Harga Rumah — harga sesuai listing atau hasil appraisal
- Uang Muka / DP — persentase dari harga rumah, biasanya 10–30%
- Suku Bunga per Tahun — bunga KPR fixed/anuitas dari bank
- Tenor — lama cicilan dalam tahun
Hasil yang keluar: Angsuran per Bulan, Plafon Pinjaman, Total Bunga, dan Total Pembayaran selama tenor berjalan.
Kalkulator Cicilan Mobil
Rumus yang Dipakai: Bunga Flat
Cicilan mobil umumnya memakai bunga flat — bunga dihitung dari pokok pinjaman awal secara tetap setiap tahun, bukan dari sisa pokok yang berkurang seperti anuitas.
Angsuran per bulan didapat dari (Pokok + Total Bunga) ÷ (Tenor × 12).
Input yang Perlu Diisi
- Harga Mobil (OTR) — harga on the road dari dealer
- Uang Muka / DP — biasanya 20–30% dari harga mobil
- Bunga Flat per Tahun — cek simulasi resmi dari leasing/dealer
- Tenor — lama cicilan dalam tahun
Kalkulator Bunga Deposito
Rumus yang Dipakai
Bunga deposito dihitung sebagai bunga sederhana bulanan dari nominal yang Kamu depositokan, lalu dipotong pajak bunga sesuai persentase yang berlaku.
Pajak Bunga
Secara default, kolom pajak bunga di Kaltor diisi 20% mengikuti aturan umum yang berlaku di Indonesia, tapi Kamu bisa ubah sendiri sesuai kebijakan bank tempat Kamu deposito.
Hasil akhirnya berupa Nilai Pencairan di Akhir Tenor, yaitu nominal deposito awal ditambah akumulasi bunga bersih selama masa penempatan.
Kalkulator Compounding
Rumus yang Dipakai
Compounding menggabungkan dua hal: pertumbuhan modal awal secara bunga berbunga, ditambah pertumbuhan dari setoran rutin bulanan yang Kamu masukkan.
Di mana i adalah return per periode compounding, dan n adalah jumlah periode compounding selama masa investasi.
Frekuensi Compounding
Kamu bisa pilih seberapa sering bunga digabung ulang ke modal: Bulanan (12x/tahun), Kuartalan (4x/tahun), atau Tahunan (1x/tahun). Semakin sering frekuensinya, semakin cepat efek bunga berbunga terasa.
Ingat: semua rumus di atas dipakai untuk memberi gambaran estimasi. Angka resmi dari bank atau leasing bisa berbeda tergantung biaya administrasi, asuransi, dan kebijakan masing-masing lembaga.